Selasa, 20 September 2016

Cara kerja cinta yang baru

Aku selalu punya pandangan tersendiri tentang cinta dan memiliki. Berubah seiring dengan bertambahnya usia ku dan tentu saja, pengalaman ku.
Dulu, aku selalu berpikir kalau cinta berarti kamu harus bersama nya, sampai mati. Seperti papa mama, kakek nenek, om tante.
Maka itu merupakan kebahagiaan mutlak dan hak semua orang, hak semua orang yang memiliki cinta  untuk bersama dengan orang yang ia cintai. Tidak salah dengan pandangan itu. Tapi aku belajar banyak hal tentang cinta.
Bahwa tidak selamanya cinta berarti memiliki. Mungkin aku dulu berpikir se antagonis bahwa cinta dan memiliki ada di dalam satu keterkaitan yang kuat. Tapi sekarang, cinta tidak berteman akrab dengan memiliki. Tetapi dengan kebahagiaan.
Ya. Kamu cinta dia, kamu ingin dia bahagia. Atau lebih tepat nya, aku cinta kamu, aku ingin kamu bahagia.
Bagaimana cara nya? Tentu saja aku akan mengusahakan segala cara, halal tidak halal, tergores ataupun sampai merangkak dengan lutut penuh darah, aku akan lakukan. Asalkan, dia, yg aku cinta, bahagia.
"Perkataan mu bohong". Pasti kalimat itu yang muncul di dalam otak kalian yang membaca tulisan ku. Coba kalian renungkan, kalian mencintai sesosok ciptaan Tuhan lain, apakah kalian tidak ingin melihat dia bahagia? Tentu saja kalian menginginkan nya. Normal nya, cara kerja cinta akan seperti itu.
Tapi,ketika kenyataan membenturkan diri nya, keras. Dan kalian sadar, kalau menahan dia disini tidak akan membuat dia bahagia. Tubuh nya memang disini, tapi hati nya? Apakah masih kalian miliki? Akankah kalian tetap mengeraskan hati untuk tetap membahagiakan nya dengan cara yang.... Egois. Iya cara egois. Kalian yang bahagia, pasangan mu tidak.
Berbeda dengan, kalian masih saling ingin membahagiakan. Maka ku ucapkan, selamat bekerja kawan :) kebahagiaan itu akan datang kepada siapa saja yang membukakan pintu.
Kepada siapa saja yang membukakan pintu.
Oia, 1 hal. Kebahagiaan datang sepaket dengan kekecewaan. Tidak akan pernah ada kebahagiaan tanpa hadirnya si kekecewaan. Ya memang tidak adil, kenapa harus ada kecewa dulu baru ada bahagia. Tapi itu hukum dunia. Bagaimana dunia bergerak. Semua butuh keseimbangan. Pergi dan datang, bahagia dan kecewa, pagi dan malam, hidup dan mati,  aku dan kamu. Ya, ya baiklah. Aku dan kamu buat ku juga sebuah keseimbangan yang ada di dunia ini :p aku ingin membahagiakan mu, kamu ingin aku bahagiakan :) sudah setuju dengan pernyataan ku?

Aku ingin kamu bahagia, lebih baik dengan ku tentu saja, aku masih bisa membahagiakan mu. Tapi, kalau nanti ternyata Tuhan sudah memisahkan jalan kita, kalau ternyata waktu kita sudah habis. Aku ingin, ketika kamu mengingat kebahagiaan maka kamu mengingat ku.
Tapi, sayang. Tidak, aku tidak meninggalkan mu, aku disini, 'kan semua ini permintaan ku, untuk aku ada disini bersama mu.
Aku akan tetap bekerja untuk kebahagiaan mu. Aaaah klise nya kalimat ini, tapi keadaan sejujurnya seperti itu. Kamu bahagia, percayalah, aku pun bahagia juga. Tentu saja aku ingin kamu bahagia bersamaku. Aku akan mengerjakan nya sekuat tenaga, bahkan kalau sudah terlalu lelah aku masih punya banyak cadangan tenaga untuk mu. Yang perlu kamu mengerti disini adalah, aku tidak ingin menahan kebahagiaan mu sayang. Bagaimana aku menyampaikan nya, ya? Pasti kamu mengira aku ingin menyerah. Tidak, tidak sama sekali justru aku semangat untuk membuatmu bahagia. Hanya ada perubahan di dalam diriku, sperti aku tidak lagi menaruh kepentingan ku di dalam proses membahagiakan mu itu. Karna dengan kamu bahagia, percaya lah, aku juga menemukan bahagiaku, bersama mu. Aku menyayangi mu, senja :) 

Senin, 19 September 2016

Fix you

Halo senja, sudah lama kita tidak bermain ke dalam kotak kecil ku ini.
Terakhir kali, rupanya masih berusaha menyesuaikan diri. Kita telah tumbuh bersama dengan sangat baik :)
Kamu, bukan lagi pria 18 tahun yang mengajak ku kenalan di kampus dulu. Aku juga bukan perempuan 18 tahun yang sangat suka berbicara. Walaupun masih sama suka berbicara nya sekarang. Tapi, kamu sudah jauh lebih dewasa daripada dulu pertama kita bertemu. Aku bangga melihatmu yang sekarang sayang :)

Tepat 2 tahun yang lalu, kamu menyatakan cintamu lalu memintaku menjadi pacar mu. Di kolam renang, senja sore hari. 17.30 sore. Aku masih ingat :) cara mu menarik ku, agar aku menoleh padamu. Lalu kamu tanyakan langsung kepada ku. "mau jadi pacar ku gak?" ah tentu saja aku tidak bisa menolak. Aku sudah terlanjur jatuh cinta padamu. Bahkan senang dan degupan jantung ku saja masih ku ingat.
Semenjak senja itu, kita berjalan. Terseok, merangkak, belajar berdiri hingga dapat berlari. Kita tumbuh bersama, sayang.
Beberapa kali kita terjatuh, dan entah kita selalu menemukan jalan kembali kepada masing-masing. Aku juga tidak lupa malam kita bertengkar hebat itu, menangis berdua hingga dini hari di dalam mobil.
Atau,malam-malam manis milik kita berdua? Kamu masih ingat tidak? Masih terlalu segar di ingatanku semua tentang kamu :)
Juga saat aku atau kamu kelelahan karena dunia seperti tidak memberikan ampun, dan bagaimana peluk mu mengembalikan kenyamanan itu. Seperti, aku kembali ke rumah ku. Aku kembali pulang.

Tidak ada satu malam pun, aku lewati dengan penyesalan karna sudah mengenal kamu. Lewat kamu, aku belajar banyak hal. Belajar dewasa, belajar mengerti kalau tidak semua orang bisa di lakukan dengan cara yg sama, belajar memaafkan, belajar mendengarkan, belajar mendampingi.

Sampai suatu malam, aku terjatuh. Membuatmu terluka. Parah. Kamu berdarah.
Tuhan, jeritku dalam hati. Aku melakukan apa? Kenapa aku membiarkan orang yang aku sayang, malah aku lukai?
Melihatmu terluka, karena aku, bukan hal yang menyenangkan. Aku juga merasakan sakit nya, seperti yang sudah ku katakan. Kita tumbuh bersama, terlalu klise kalau aku mengatakan aku tidak merasakan sakit. Aku juga sakit karena menyakitimu.
Maka menyakitimu adalah tindakan yang sangat bodoh, pedang bermata dua.
Kalau ada kata yang berarti lebih dari maaf, kata itu yang akan gunakan. Sampai saat ini, aku cuma bisa mengatakan, aku mohon ampun. Aku menyesali perbuatan ku, semua nya.
Maaf dan sesal? Apa itu cukup? Tidak, aku tau itu tidak akan cukup dan tidak menyembuhkan apapun. Maka dari itu, aku mencoba menyembuhkan mu. Hari ini, saat ini, kita dalam masalah ini. Aku ingin kamu jangan menyerah. Mgkin terdengar egois, tapi percayalah, kalau aku berjuang menyembuhkan mu tanpa izin mu, penyembuhan apa yang dapat aku lakukan sayang?

Waktu, aku butuh waktu untuk semua pembuktian yang mungkin sekarang tidak lebih dari kata kata sampah dari seorang penipu bagimu. Tahukah kamu? Seorang penjahat pun bisa berubah jika memang ia sudah menyadari kesalahan nya.
Aku tidak berharap tiba-tiba kau datang dengan luka yang sudah sembuh. Tidak, justru aku yg akan mengeringkan luka mu. Aku yang akan ada disana merawat luka mu, luka karena aku.
Maafkan aku, masalah ini terjadi di kisah kita. Maafkan aku, tinbulkan luka yang luarbiasa.
Aku akan terus mencoba, bagaimana pun cara nya. Asal kita bisa melewati ini bersama seperti sebelum nya, akan aku lakukan.
Kesalahan itu, bukan tentang ketidakcukupan aku ttg dirimu, bukan juga tentang pencarian lebih baik. Murni, semua ini kesalahanku.
Aku harap kita bisa berjuang bersama, lagi. Aku berjuang untuk mengembalikan keadaan seperti semula, dan kamu berjuang membiarkan hati mu aku sembuhkan.

Biarkan aku kembalikan sinarmu lagi, senja.

20 yang ke 24 kali nya. Terimakasih sudah sepanjang ini bersama ku, setiap detik setiap tawa setiap airmata setiap amarah setiap pelukan yang menenangkan ku. Terima kasih buat kasih sayang mu, sayang. Percaya padaku, kita bisa melewati ini, alive.
Can I say "happy 2nd anniversary"? 

Sabtu, 23 Januari 2016

Balada cinta : Matahari dan Bulan

Kamu dan duniamu. Aku benci itu. Semua nya terasa terlalu padat, bahkan setitik celah untuk membiarkan cahaya ku masuk pun ku tak dapat. Semua nya penuh, penuh dengan tentang dari dunia mu sendiri. Penuh dengan pemikiran pemikiran kritis mu, dengan imajinasi mu yang sangat bebas, dan... Ah aku tak tahu apa lagi yang memenuhi dunia mu itu.
Yang pasti, dunia itu tak bisa ku sentuh.

Bersamaan dengan kesibukan mu dengan dunia padat kecil mu itu, aku semakin tenggelam dalam dunia ku. Tidak. Dunia ku tidak kosong sama sekali, hanya saja, rasa nya dunia ku menjadi lebih gelap. Dunia ku terasa hanya sebagai ruangan hampa yang tidak terdapat banyak isi. Aku baru menyadari, dunia ku ini banyak berubah semenjak kedatangan mu kedalam nya. Aku mungkin menyimpan banyak luka kehidupan dalam dunia ku, dan itu adalah alasan dunia ku menjadi gelap. Gelap. Pun aku sudah mencoba memberikan sesuatu yang berbeda di dunia ku. Itu membantu, sangat membantu, tapi tidak merubah banyak di dunia ku.

Selama ini dunia ku seperti bulan, aku baik baik saja dengan duniaku, dunia ku yang dingin dan seorang diri. Lalu kamu datang, sama seperti cahaya matahari. Mengrefleksikan sorotan cahaya yang sangat banyak berada dalam genggaman mu.
Memberikan ku kesempatan, untuk bersinar. Walaupun cahaya yang ku dapat kan adalah cahaya yang aku biaskan dari cahaya hangat hanya milikmu.
 Aku memang baik baik saja dengan dunia ku, hey, aku sudah terbiasa dengan dunia ku, tapi dengan mu, segala nya terasa lebih baik. Segala nya terasa lebih hangat, segala nya terasa lebih.... Berwarna :)

Jadi, aku memang bulan, aku tidak punya cahaya ku sendiri. Aku dingin aku kosong,aku hanya salah satu benda yang berada di orbit mu. Tapi menjadi satu satu nya yang kau percaya kan dengan cahaya mu, aku sangat bersyukur. Dan kamu, matahari. Benda langit terbesar, pusat poros perputaran semua orbit di galaksi Bima sakti ini. Tapi kamu butuh aku, setidaknya untuk membuat malam mu menjadi lebih hangat, setidaknya untuk menjadi teman mu di setiap malam. Dan mengajakmu melihat kalau malam tidak terlalu buruk untuk matahari. Malam masih bisa menyenangkan untuk matahari. Ya tentu saja, dengan kehadiran bulan di sisi nya.

Lihat?segala nya terasa lebih baik bukan? 

Minggu, 26 Juli 2015

Tanpa alasan

Dulu, aku pernah punya anjing. Anjing pertama ku, aku adopsi dari rumah rekanan papa ketika dia masih bayi. Aku merasa aku adalah anak perempuan berumur 12 tahun yang paling bahagia. Aku beri dia nama, Casey. Casey sungguh sangat menggemaskan, dia kecil dia lincah bulu bulu nya halus. Yang tak bisa ku lupa kan, suara gonggongan pertama nya setiba di rumah. Aku tidak menunggu apapun lagi, aku berlari memeluk Casey dan kami bersahabat semenjak itu. Walaupun mama tidak mengizinkan ku untuk membawa nya ke kamar untuk tidur bersama ku seperti yang selama ini ku rencanakan jika suatu hari aku memiliki seekor anjing. Pada hari itu, papa mengajak ku duduk di depan rumah ku, sambil memegang pundak ku papa berkata bahwa Casey sakit dan kita akan menitipkan nya di rumah rekanan papa. Namun aku tau, aku tau bahwa artinya aku tidak akan pernah bisa melihat Casey lagi selamanya. Setelah hari pembicaraan ku dengan papa, ku habis kan hari hari ku memandangi Casey dengan sedih. Aku sangat menyayangi nya, sungguh. Dia berlari lari mengitari kaki ku lalu loncat ke dalam pangkuan ku, sepertinya dia bosan aku acuh kan karna aku terlalu sibuk dengan pikiran ku sendiri. Aku sangat takut, tepat nya aku takut merasa kehilangan, aku takut untuk merasa hancur karena sedih.
Hari itu pun tiba, lalu dengan berat hati aku masuk ke dalam mobil tentu dengan casey di pangkuan ku. Ya hari itu aku akan mengantar Casey, yg akan menjadi hari terakhir ku melihat nya juga. Perasaan ku campur aduk saat itu. Casey sangat bersemangat, tentu seperti biasa nya dia tidak bisa diam, dengan mata yang berbinar dia melihat keluar jendela dan dengan ekor yang di goyang kan dia menyalak apapun yang di lihat nya. Kami pun sampai, dan aku sendiri yang menggendong casey dan meletakkan nya di kandang baru di rumah 'lama' nya. Dia memperhatikan ku, aku tidak bisa seperti ini lalu aku langsung membalikkan badan ku menuju mobil. Aku duduk dan aku tenggelam kan wajahku dalam bantal, aku menangis sejadi jadi nya. Ini yang selama ini aku takut kan, hancur dalam kesedihan.

Waktu berlalu, dan aku sudah menjadi seorang gadis awal 20-an. Aku duduk di kantin kampus ku dengan beberapa teman teman ku, hey aku tidak tahu bahwa kampus bisa sehebat ini, dan sangat bertolak belakang dengan yang aku pikirkan dulu. Lalu tiba tiba seorang anak laki laki, sepertinya dia teman dari teman ku, datang dan duduk. Tanpa bicara sepatah kata pun. Ia duduk dengan headset di telinga dan gadget di tangan. Mata nya tidak lepas dari gadget yang ada di dalam genggaman nya itu.  Dan aku mendengus kesal, aku lirik sinis laki-laki aneh itu dan berkata dalam hati, bisa bisa nya dia main duduk bahkan tidak ada basa-basi nya sama sekali. Percaya atau tidak beberapa hari setelah itu, aku sedang duduk di lobby kampus, kelas outting ku hari itu sudah selesai, aku pikir tidak ada salah nya aku duduk bersama teman teman ku disini, lagi pula untuk menenangkan pikiran ku. Jadi aku duduk bersama dengan beberapa orang teman ku. Seseorang menepuk pundak ku dari belakang, aku menoleh. Tidak, aku tidak mengenal laki-laki ini walaupun rasanya wajah nya tidak asing. Ohh dia berbicara dengan teman ku. Lalu dia mengajakku berkenalan. Dan bertukar kontak. Ah aku ingat, dia laki-laki menyebalkan di kantin kampus tempo hari. Aku tidak banyak menaruh pikiran, mungkin sedang mencari teman berhubung ini merupakan tahun pertama bagi angkatan kami memulai langkah di perguruan tinggi. Malam nya, aku menerima beberapa pesan dari laki laki itu, namanya marchel. Jujur saja, aku tidak memberi perhatian lebih, wajahnya saja aku lupa. Tapi dari cara dia membalas pesan ku, dia lawan bicara yang cukup bisa menyebabkan aku tertawa dungu membaca pesan singkat nya. Dan tanpa sadar, aku mulai merasa nyaman, nyaman pada laki laki menyebalkan itu. Ini mengejutkan, laki laki itu menyatakan dia menyukai ku? Hey kita baru saja kenal, walaupun harus ku akui dia adalah seseorang yang sangat menyenangkan, walaupun dia juga mempunyai sesuatu yang menarik hati ku entah bagaimana dia melakukan nya.
Tapi, dia pantas untuk mendapatkan kesempatan.
Jadi,malam itu aku pergi dengan nya sesuai dengan yang dia nyatakan bahwa ini adalah kencan pertama kami. Lucu sekali, sangat terlihat kalau dia menyukai ku. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menaruh hati pada pria menyebalkan yang ternyata mampu mencuri hati ku dalam beberapa hari. Tidak butuh waktu yang lama, untuk membiarkan hatiku di main kn dengan cara nya. Aku tidak sadar bahwa aku sudah jatuh hati pada pria ini. Yang memiliki tatapan hangat yang baru selama ini ku sadari, yang memiliki tawa khas yang aku tahu akan selalu aku rindukan.
Dia mengambil seluruh hatiku! Aku tidak tahu ini apa, tapi aku bisa merasakan nya. Aku belum pernah seperti ini, tapi rasa nya aku tahu kalau ini yang namanya jatuh cinta sepenuh hati. Lalu kata kan padaku, bagaimana aku tidak jatuh tertunduk pada pria semanis dia? Yang kedalaman mata nya menarik ku dari kenyataan untuk masuk kedalam dan tenggelam selama nya? Yang dengan lengan kokohnya mampu memisahkan ku dari dingin nya malam? Aku jatuh cinta pada setiap janji manis, yng terdengar klise bagi setiap orang yang sedang di landa cinta. Janji yng semua orang akan ucapkan kepada kekasih hati nya pada saat hatinya di penuhi bunga. Tapi aneh nya, aku percaya pada janji klise ala opera sabun televisi. Tapi aneh nya, aku terbuai dan terasa hidup dalam janji yang terlalu manis untuk di bayangkan jadi nyata.
Dan aku menemukan diriku sama seperti 7 tahun yang lalu, saat pertama bertemu Casey. Baiklah ini hal yang sangat berbeda, jatuh cinta dengan anjing pertama?
Tapi aku juga terbuai dalam indah nya persahabatan kami, sampai aku tidak tahu bagaimana kalau kami berpisah. Dan aku merasakan hal yang sama sekarang.
Semua nya sangat indah, bahkan terlalu indah untuk jadi kenyataan sampai aku takut kalau kalau suatu saat aku bangun dan semua ini hanya mimpi. Kalau kalau suatu saat semua ini hanya ilusi yang kau ciptakan dan aku terjebak di dalam nya selamanya. Aku tidak punya alasan untuk tidak mempercayai mu, tapi semua nya terasa memojokan ku. Aku tidak punya hati kalau aku tidak mempercayai mu hanya karna masa lalu ku dan masa lalu mu. Hanya saja, aku sangat takut. Aku sangat takut untuk merasakan lagi kehilangan itu, aku merasa takut untuk menangis akan kepergian mu. Karna kalau aku menangis, aku takut aku tidak mampu untuk menghentikan nya.
Rasanya aku ingin egois, ingin memaksa mu bersama ku seterusnya tidak peduli akan apa yang terjadi nanti di hari depan. Rasanya aku ingin  melarikan mu dari dunia dan memiliki mu seorang diri. Tapi aku tahu, hubungan kita sudah dewasa bukan melulu tentang aku dan kamu. Justru karena hubungan  kita sudah dewasa yang membuat dan memunculkan rasa takut ku semakin tidak beralasan. Mungkin  aku terlalu menyayangi mu? Mungkin aku juga sudah gila? Semua nya berkecamuk di dalam otak ku, memenuhi otak ku lalu dengan perlahan berubah menjadi tetes bening yang memenuhi pelupuk mata ku. Kamu menatap ku malam ini, aku tidak tahu apa maksudnya tapi entah aku seperti mengenal tatapan itu. Dan aku tidak akan siap, dan aku tidak akan membiarkan diri ku kehilangan sesuatu yang sangat berarti untuk kedua kali nya. Lalu aku mulai terdengar kekanak-kanak an. Aku ingin bercerita kepadamu, melampiaskan. Tapi aku takut kamu merasa terbeban dengan  semua pikiran tanpa alasan ku ini. Aku tidak ingin. Hanya saja semua ini sudah terlalu memenuhi ku, aku terlalu takut sayang. Aku tahu ini semua mungkin hanya suatu ketakutan tanpa alasan. Tapi jika nanti kalau aku harus melihat mu membalikan badan dari ku dan pergi? Masih mampu kah berdiri? Seperti apa dunia ku ini nanti nya? Lalu kenapa kalau aku bisa seyakin dengan  janji janji itu tapi semua hanya semu semata? Tidak, aku tahu Tuhan menaruh permata dalam hubungan ini. Aku tahu jatuh cinta sedalam ini tidak bisa terjadi berkali-kali dalam hidup seseorang. Dan ini diriku, dalam gelap nya malam. Tak henti berdoa kepada Sang pemberi kehidupan, untuk setidaknya memalingkan wajah-Nya dan memberkati hubungan milik kita ini.

Kamis, 25 Juni 2015

Hari ke 249

249 malam, 5.976 jam,358.560 menit, 21.513.600 detik dan hitungan nya masih terus berlanjut....
aku sampai pada suatu masa, dimana aku sudah cukup tinggi dari bumi, tapi masih jauh untuk menggapai langit. Aku ada di sana bersama mu.
Hai senja, sudah lama aku tidak menulis pikiran pikiran tentang mu di kotak kecil ku ini. Tapi itu tidak berarti kamu berhenti memberikan sesuatu yang hebat di setiap hari hari kebersamaan kita. Hanya saja aku lebih sering kehilangan kata-kata atas segala yang kau timbulkan, sehingga sulit mengubah nya menjadi susunan kalimat yang akan aku simpan di kotak kecil milik ku.

Sudah 249 malam aku bersamamu, menikmati kehadiran mu, mendapat ucapan selamat malam yang singkat namun manis. Cukup untuk mengembangkan senyum ku sebelum aku terlelap. 249 malam dalam senyuman dan juga dalam amarah, 249 malam yang aku lewati dengan cinta ataupun airmata. Jika cinta mu bukan cinta yang memberikan segalanya untuk cinta mu itu, jika cinta mu bukan cinta yang meletakkan hidup kita masing-masing untuk selanjutnya di jalani bukan tentang aku atau kamu tapi kita, maka itu bukan cinta yang patut untuk kamu perjuangkan sepanjang ini.

Aku mencintai mu senja seperti seorang anak perempuan mencintai boneka nya, seperti daun yang jatuh cinta pada angin walaupun harus terlepas dari tangkai nya hanya untuk menikmati kebersamaan dengan angin, seperti seorang astronot yang jatuh cinta pada sebuah bintang, semua orang bisa melihat bintang nya namun hanya ia dan bintang nya yang tahu dimana keistimewaan telah tercipta.
Aku jatuh cinta padamu senja, aku mencintai setiap detik nya bersamamu.

“Cukup, tidak perlu semua orang tahu yang penting kita bisa merasakannya” jawabmu singkat malam itu, ketika aku mulai merengek seperti anak kecil dalam dekapan mu ingin memperlihat kan kepada dunia bahwa langit malam ini sudah menemukan senja yang selama ini menjadi imajinasi nya sejak dulu. Lalu dengan lembut kamu mendaratkan kecupan manis di kening ku, seperti bagaimana aku menyukai nya.
Kamu tahu, bagaimana mengendalikan perempuan keras kepala ini, kamu bisa menemukan celah terkecil ku, kamu tahu bagaimana membuat ku yakin bagaimana membuat ku tersenyum. Sesuatu yang tidak banyak orang yang bisa melakukan nya.
Dan  kamu tahu bagaimana membuat ku tertunduk, lalu mendongak dengan senyum dan airmata di pelupuk mataku.

Aku hanya seorang penyair, aku hanya mampu menuliskan pikiran ku dalam kata-kata di kotak kecilku. Kamu akan memandangku sebagai suatu langit dalam yang tenggelam dalam diam, percayalah kamu adalah seluruh bagian dari langit malam ku, seluruh tata surya ku. Dan dengan kata –kata ku aku mencintaimu, dan dengan syair ku kamu akan menemukan yang tidak bisa kamu temukan dalam pertemuan mata kita atau genggaman hangat tangan kita.
Aku akan terus menyairkan syair untuk mu senja ku, otak ku akan selalu menyusun kata kata untukmu dalam malam hangat kita ataupun malam dingin kita aku tidak peduli, aku tidak punya arah untuk kembali, dan aku lebih tidak peduli aku mau berada di langit bersama senjaku 1000 malam lagi.

Kamis, 14 Mei 2015

Kehangatan

Marchel, tau kah kamu? Kamu dan senja memiliki banyak kesamaan. Aku jatuh cinta pada senja, pada ketenangan yang ia ciptakan ketika aku menatap langit semu merah nya. Pada keheningan yang membius siapa saja yang tenggelam di dalam senja nya, termasuk aku. Pada cahaya temaram yang hangat dan tidak egois tidak menunjukkan kilau nya,hanya dengan cahaya temaram yang ia tawarkan tetapi tidak kehilangan pesona nya sama sekali.
Pada awan yang membuat bentuk nya nyaris sampai pada genggaman, nyaris sanggup aku menyentuh lembut nya, awan yang menyenangkan.

Aku juga mencintai pantai sore hari dengan sepenuh hatiku. Aku jatuh hati pada suara deburan ombak memecah keheningan ketika menghempas karang. Ombak yang merelakan dirinya pecah ketika menghantam karang, merelakan dirinya pecah menjadi leburan aliran air yang menimbulkan keindahan bagi siapapun yang memperhatikan, seperti aku saat ini.
Aku juga jatuh cinta pada permukaan air pada sore hari yang memantulkan kilau cahaya matahari yang merayap turun kembali kepada peraduan nya, terlihat seperti laut yang menelan matahari.
Pantai sore hari juga memiliki angin yang lembut, lembut membelai kulit ku, angin yang tidak meniup dan menerbang kan butir butir pasir, angin yang tidak menyakiti seseorang yang menyadari kehadiran nya. Angin yang hanya ingin menari di atas pasir pantai sore hari.

Chel,jadi terimakasih atas genggaman tangan hangat milikmu. Atas pelukan nyaman di hadapan senja dan laut yang menjadi saksi kita. Atas kecupan yang kamu darat kan di kening ku penuh kasih sayang. Atas air mata bahagia yang memenuhi mata ku senja itu, aku terlalu bahagia untuk dapat berkata banyak. Atas setiap nada yang membentuk melodi yang merasuk ke hatiku, dan hatimu. Terimakasih sudah melengkapi senja ku, senja kita di hadapan lautan, senja kita dengan deguban dada kencang yang menenangkan.
Senja kita yang memenuhi hatiku dengan senyuman mu. Terimakasih sudah memilih tetap menyayangiku. Aku jatuh cinta pada pria yang memiliki kemampuan sama dengan senja.