Kamis, 14 Mei 2015

Kehangatan

Marchel, tau kah kamu? Kamu dan senja memiliki banyak kesamaan. Aku jatuh cinta pada senja, pada ketenangan yang ia ciptakan ketika aku menatap langit semu merah nya. Pada keheningan yang membius siapa saja yang tenggelam di dalam senja nya, termasuk aku. Pada cahaya temaram yang hangat dan tidak egois tidak menunjukkan kilau nya,hanya dengan cahaya temaram yang ia tawarkan tetapi tidak kehilangan pesona nya sama sekali.
Pada awan yang membuat bentuk nya nyaris sampai pada genggaman, nyaris sanggup aku menyentuh lembut nya, awan yang menyenangkan.

Aku juga mencintai pantai sore hari dengan sepenuh hatiku. Aku jatuh hati pada suara deburan ombak memecah keheningan ketika menghempas karang. Ombak yang merelakan dirinya pecah ketika menghantam karang, merelakan dirinya pecah menjadi leburan aliran air yang menimbulkan keindahan bagi siapapun yang memperhatikan, seperti aku saat ini.
Aku juga jatuh cinta pada permukaan air pada sore hari yang memantulkan kilau cahaya matahari yang merayap turun kembali kepada peraduan nya, terlihat seperti laut yang menelan matahari.
Pantai sore hari juga memiliki angin yang lembut, lembut membelai kulit ku, angin yang tidak meniup dan menerbang kan butir butir pasir, angin yang tidak menyakiti seseorang yang menyadari kehadiran nya. Angin yang hanya ingin menari di atas pasir pantai sore hari.

Chel,jadi terimakasih atas genggaman tangan hangat milikmu. Atas pelukan nyaman di hadapan senja dan laut yang menjadi saksi kita. Atas kecupan yang kamu darat kan di kening ku penuh kasih sayang. Atas air mata bahagia yang memenuhi mata ku senja itu, aku terlalu bahagia untuk dapat berkata banyak. Atas setiap nada yang membentuk melodi yang merasuk ke hatiku, dan hatimu. Terimakasih sudah melengkapi senja ku, senja kita di hadapan lautan, senja kita dengan deguban dada kencang yang menenangkan.
Senja kita yang memenuhi hatiku dengan senyuman mu. Terimakasih sudah memilih tetap menyayangiku. Aku jatuh cinta pada pria yang memiliki kemampuan sama dengan senja.

Minggu, 03 Mei 2015

Dalam keseharian

Waktu itu seseorang berkata kepadaku sambil menepuk pundak ku "Nikahilah seseorang yang keburukan nya masih baik dan masih bisa kamu nikmati. Jangan lihat kelebihan karna semua org bisa menerima kelebihan" Bagaimana aku bisa menjelaskan ini?
Ada seorang pria dengan senyuman yg khas,senyum yang hanya menaikkan satu sisi bibir tapi mampu menaikkan kecepatan deguban jantung scr kilat. Seorang pria dengan tatapan tajam namun dalam tatapan seperti itu justru menghadirkan kehangatan,kehangatan yg berasal dari hatimu.
Seorang pria yg ketika mendaratkan telapak tangan kanannya ke pundak sbelah kiri seorang wanita ,lalu menariknya untuk lebih dekat. Utk enyahkan jarak,selalu membuatnya mencari cari pelukan sang pria di malam dingin nya
Seorang pria yg kehadiran nya pantas di nikmati setiap hari. Seorang yang dalam amarah nya pun mampu meredam letupan dan peluk nya yang meluluhkan remuk nya hati.
Seorg pria yg berani langsung menegur ketika sang wanita kehilangan kendali atas kata kata nya. Seorg pria yg akan selalu menenggelamkan wanita nya dalam pelukan dalam setelah sbelumnya menghanyutkan dalam suara nada rendah miliknya ketika ambisi menguasai otak,lalu bertindak ceroboh. Iya, dia memilih wanita yang hidup dalam tantangan ambisi.
Tuhan... Pria itu benar benar menyayangi wanita nya. Bagaimana ia tdk mencintai jika ia yg memiliki segalanya dalam otaknya lalu rela melawan logika hanya utk mengerti Jalan fikir wanita nya yg jelas2 memang tidak sejalan. Bgmana bisa ia tidak mencintai jika ia adalah seorg pria yg jelas jelas bukan manusia pagi hari,namun rela membuka mata bahkan ketika matahari masih bersembunyi d kerajaan awan. Bgmana bisa ia tdk mencintai jika ia adalah seorg pria yg tanpa ragu mendaratkan kecupan manis d kening,tepat ketika wanita nya menginginkannya. Seorg pria idealis,namun mau mengorbankan banyak hal demi melihat seorang wanita tersenyum,tdk kelelahan dan tawa lepas yg membuat nya jatuh cinta pada wanita itu.
Kamu lihat? Wanita itu sangat beruntung mempunyai dia. Yg menahan laju kerja otaknya yg memeluknya kapan saja, yg mampu menghapus airmata.
Cinta memang sederhana hadir dalam keseharian, bahagianya jadi aku ketika keseharian jadi cinta dan cinta jd keseharian.

Wanita yang memiliki pria itu adalah aku :)