Minggu, 03 Mei 2015

Dalam keseharian

Waktu itu seseorang berkata kepadaku sambil menepuk pundak ku "Nikahilah seseorang yang keburukan nya masih baik dan masih bisa kamu nikmati. Jangan lihat kelebihan karna semua org bisa menerima kelebihan" Bagaimana aku bisa menjelaskan ini?
Ada seorang pria dengan senyuman yg khas,senyum yang hanya menaikkan satu sisi bibir tapi mampu menaikkan kecepatan deguban jantung scr kilat. Seorang pria dengan tatapan tajam namun dalam tatapan seperti itu justru menghadirkan kehangatan,kehangatan yg berasal dari hatimu.
Seorang pria yg ketika mendaratkan telapak tangan kanannya ke pundak sbelah kiri seorang wanita ,lalu menariknya untuk lebih dekat. Utk enyahkan jarak,selalu membuatnya mencari cari pelukan sang pria di malam dingin nya
Seorang pria yg kehadiran nya pantas di nikmati setiap hari. Seorang yang dalam amarah nya pun mampu meredam letupan dan peluk nya yang meluluhkan remuk nya hati.
Seorg pria yg berani langsung menegur ketika sang wanita kehilangan kendali atas kata kata nya. Seorg pria yg akan selalu menenggelamkan wanita nya dalam pelukan dalam setelah sbelumnya menghanyutkan dalam suara nada rendah miliknya ketika ambisi menguasai otak,lalu bertindak ceroboh. Iya, dia memilih wanita yang hidup dalam tantangan ambisi.
Tuhan... Pria itu benar benar menyayangi wanita nya. Bagaimana ia tdk mencintai jika ia yg memiliki segalanya dalam otaknya lalu rela melawan logika hanya utk mengerti Jalan fikir wanita nya yg jelas2 memang tidak sejalan. Bgmana bisa ia tidak mencintai jika ia adalah seorg pria yg jelas jelas bukan manusia pagi hari,namun rela membuka mata bahkan ketika matahari masih bersembunyi d kerajaan awan. Bgmana bisa ia tdk mencintai jika ia adalah seorg pria yg tanpa ragu mendaratkan kecupan manis d kening,tepat ketika wanita nya menginginkannya. Seorg pria idealis,namun mau mengorbankan banyak hal demi melihat seorang wanita tersenyum,tdk kelelahan dan tawa lepas yg membuat nya jatuh cinta pada wanita itu.
Kamu lihat? Wanita itu sangat beruntung mempunyai dia. Yg menahan laju kerja otaknya yg memeluknya kapan saja, yg mampu menghapus airmata.
Cinta memang sederhana hadir dalam keseharian, bahagianya jadi aku ketika keseharian jadi cinta dan cinta jd keseharian.

Wanita yang memiliki pria itu adalah aku :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar