Aku selalu punya pandangan tersendiri tentang cinta dan memiliki. Berubah seiring dengan bertambahnya usia ku dan tentu saja, pengalaman ku.
Dulu, aku selalu berpikir kalau cinta berarti kamu harus bersama nya, sampai mati. Seperti papa mama, kakek nenek, om tante.
Maka itu merupakan kebahagiaan mutlak dan hak semua orang, hak semua orang yang memiliki cinta untuk bersama dengan orang yang ia cintai. Tidak salah dengan pandangan itu. Tapi aku belajar banyak hal tentang cinta.
Bahwa tidak selamanya cinta berarti memiliki. Mungkin aku dulu berpikir se antagonis bahwa cinta dan memiliki ada di dalam satu keterkaitan yang kuat. Tapi sekarang, cinta tidak berteman akrab dengan memiliki. Tetapi dengan kebahagiaan.
Ya. Kamu cinta dia, kamu ingin dia bahagia. Atau lebih tepat nya, aku cinta kamu, aku ingin kamu bahagia.
Bagaimana cara nya? Tentu saja aku akan mengusahakan segala cara, halal tidak halal, tergores ataupun sampai merangkak dengan lutut penuh darah, aku akan lakukan. Asalkan, dia, yg aku cinta, bahagia.
"Perkataan mu bohong". Pasti kalimat itu yang muncul di dalam otak kalian yang membaca tulisan ku. Coba kalian renungkan, kalian mencintai sesosok ciptaan Tuhan lain, apakah kalian tidak ingin melihat dia bahagia? Tentu saja kalian menginginkan nya. Normal nya, cara kerja cinta akan seperti itu.
Tapi,ketika kenyataan membenturkan diri nya, keras. Dan kalian sadar, kalau menahan dia disini tidak akan membuat dia bahagia. Tubuh nya memang disini, tapi hati nya? Apakah masih kalian miliki? Akankah kalian tetap mengeraskan hati untuk tetap membahagiakan nya dengan cara yang.... Egois. Iya cara egois. Kalian yang bahagia, pasangan mu tidak.
Berbeda dengan, kalian masih saling ingin membahagiakan. Maka ku ucapkan, selamat bekerja kawan :) kebahagiaan itu akan datang kepada siapa saja yang membukakan pintu.
Kepada siapa saja yang membukakan pintu.
Oia, 1 hal. Kebahagiaan datang sepaket dengan kekecewaan. Tidak akan pernah ada kebahagiaan tanpa hadirnya si kekecewaan. Ya memang tidak adil, kenapa harus ada kecewa dulu baru ada bahagia. Tapi itu hukum dunia. Bagaimana dunia bergerak. Semua butuh keseimbangan. Pergi dan datang, bahagia dan kecewa, pagi dan malam, hidup dan mati, aku dan kamu. Ya, ya baiklah. Aku dan kamu buat ku juga sebuah keseimbangan yang ada di dunia ini :p aku ingin membahagiakan mu, kamu ingin aku bahagiakan :) sudah setuju dengan pernyataan ku?
Aku ingin kamu bahagia, lebih baik dengan ku tentu saja, aku masih bisa membahagiakan mu. Tapi, kalau nanti ternyata Tuhan sudah memisahkan jalan kita, kalau ternyata waktu kita sudah habis. Aku ingin, ketika kamu mengingat kebahagiaan maka kamu mengingat ku.
Tapi, sayang. Tidak, aku tidak meninggalkan mu, aku disini, 'kan semua ini permintaan ku, untuk aku ada disini bersama mu.
Aku akan tetap bekerja untuk kebahagiaan mu. Aaaah klise nya kalimat ini, tapi keadaan sejujurnya seperti itu. Kamu bahagia, percayalah, aku pun bahagia juga. Tentu saja aku ingin kamu bahagia bersamaku. Aku akan mengerjakan nya sekuat tenaga, bahkan kalau sudah terlalu lelah aku masih punya banyak cadangan tenaga untuk mu. Yang perlu kamu mengerti disini adalah, aku tidak ingin menahan kebahagiaan mu sayang. Bagaimana aku menyampaikan nya, ya? Pasti kamu mengira aku ingin menyerah. Tidak, tidak sama sekali justru aku semangat untuk membuatmu bahagia. Hanya ada perubahan di dalam diriku, sperti aku tidak lagi menaruh kepentingan ku di dalam proses membahagiakan mu itu. Karna dengan kamu bahagia, percaya lah, aku juga menemukan bahagiaku, bersama mu. Aku menyayangi mu, senja :)
Dulu, aku selalu berpikir kalau cinta berarti kamu harus bersama nya, sampai mati. Seperti papa mama, kakek nenek, om tante.
Maka itu merupakan kebahagiaan mutlak dan hak semua orang, hak semua orang yang memiliki cinta untuk bersama dengan orang yang ia cintai. Tidak salah dengan pandangan itu. Tapi aku belajar banyak hal tentang cinta.
Bahwa tidak selamanya cinta berarti memiliki. Mungkin aku dulu berpikir se antagonis bahwa cinta dan memiliki ada di dalam satu keterkaitan yang kuat. Tapi sekarang, cinta tidak berteman akrab dengan memiliki. Tetapi dengan kebahagiaan.
Ya. Kamu cinta dia, kamu ingin dia bahagia. Atau lebih tepat nya, aku cinta kamu, aku ingin kamu bahagia.
Bagaimana cara nya? Tentu saja aku akan mengusahakan segala cara, halal tidak halal, tergores ataupun sampai merangkak dengan lutut penuh darah, aku akan lakukan. Asalkan, dia, yg aku cinta, bahagia.
"Perkataan mu bohong". Pasti kalimat itu yang muncul di dalam otak kalian yang membaca tulisan ku. Coba kalian renungkan, kalian mencintai sesosok ciptaan Tuhan lain, apakah kalian tidak ingin melihat dia bahagia? Tentu saja kalian menginginkan nya. Normal nya, cara kerja cinta akan seperti itu.
Tapi,ketika kenyataan membenturkan diri nya, keras. Dan kalian sadar, kalau menahan dia disini tidak akan membuat dia bahagia. Tubuh nya memang disini, tapi hati nya? Apakah masih kalian miliki? Akankah kalian tetap mengeraskan hati untuk tetap membahagiakan nya dengan cara yang.... Egois. Iya cara egois. Kalian yang bahagia, pasangan mu tidak.
Berbeda dengan, kalian masih saling ingin membahagiakan. Maka ku ucapkan, selamat bekerja kawan :) kebahagiaan itu akan datang kepada siapa saja yang membukakan pintu.
Kepada siapa saja yang membukakan pintu.
Oia, 1 hal. Kebahagiaan datang sepaket dengan kekecewaan. Tidak akan pernah ada kebahagiaan tanpa hadirnya si kekecewaan. Ya memang tidak adil, kenapa harus ada kecewa dulu baru ada bahagia. Tapi itu hukum dunia. Bagaimana dunia bergerak. Semua butuh keseimbangan. Pergi dan datang, bahagia dan kecewa, pagi dan malam, hidup dan mati, aku dan kamu. Ya, ya baiklah. Aku dan kamu buat ku juga sebuah keseimbangan yang ada di dunia ini :p aku ingin membahagiakan mu, kamu ingin aku bahagiakan :) sudah setuju dengan pernyataan ku?
Aku ingin kamu bahagia, lebih baik dengan ku tentu saja, aku masih bisa membahagiakan mu. Tapi, kalau nanti ternyata Tuhan sudah memisahkan jalan kita, kalau ternyata waktu kita sudah habis. Aku ingin, ketika kamu mengingat kebahagiaan maka kamu mengingat ku.
Tapi, sayang. Tidak, aku tidak meninggalkan mu, aku disini, 'kan semua ini permintaan ku, untuk aku ada disini bersama mu.
Aku akan tetap bekerja untuk kebahagiaan mu. Aaaah klise nya kalimat ini, tapi keadaan sejujurnya seperti itu. Kamu bahagia, percayalah, aku pun bahagia juga. Tentu saja aku ingin kamu bahagia bersamaku. Aku akan mengerjakan nya sekuat tenaga, bahkan kalau sudah terlalu lelah aku masih punya banyak cadangan tenaga untuk mu. Yang perlu kamu mengerti disini adalah, aku tidak ingin menahan kebahagiaan mu sayang. Bagaimana aku menyampaikan nya, ya? Pasti kamu mengira aku ingin menyerah. Tidak, tidak sama sekali justru aku semangat untuk membuatmu bahagia. Hanya ada perubahan di dalam diriku, sperti aku tidak lagi menaruh kepentingan ku di dalam proses membahagiakan mu itu. Karna dengan kamu bahagia, percaya lah, aku juga menemukan bahagiaku, bersama mu. Aku menyayangi mu, senja :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar