Minggu,22 februari 2015
"Bae,aku seneng bisa sama kamu. Bisa jadi sesuatu yang kamu anggap spesial" lalu rasa hangat memenuhi dadaku. "Iyalah,kan kamu pake telur hahaha" balas mu, seperti biasa ketika aku atau kamu memberikan masing-masing susunan kalimat puitis yang di rancang semanis mungkin,maka gurauan lah balasannya. Tidak,aku tidak tersinggung atau merasa tidak dihargai. Memang seperti itu cara kerja hubungan kita,aku dan kamu. Tidak biasa,meletup-letup. Baik ketika bunga bunga ada di dalam hati atau ketika api membakar semuanya. Tapi aku menyukainya,sungguh aku menyukai "sistem kerja" hubungan kita.
Tadi siang,kamu menatap layar laptopmu dengan serius. Sesekali umpatan umpatan kecil kamu teriakan beserta ekspresi seperti kamu yang berada di pertempuran dengan sniper dan shotgun. Aku sedang tidak tertarik,kamu tahu aku juga menyukai permainan permainan yang membuat siapa saja yang bermain permainan itu tenggelam di dalamnya. Jadi aku membuka layar laptopku lalu aku memainkan lagu balada cinta dengan lirik mahal dan suara khas penyanyinya. "Bae..." kamu sudah mem-pause permainanmu,dengan wajah manja dan lengan terbuka kamu memanggilku agar mendekat. Dan aku jatuhkan daguku di atas pundakmu,aku bisa rasakan detak jantungmu dari balik susunan tulang di rongga dadamu,juga tangan kokohmu yang membuatku merasa kecil dalam dekapanmu. Aku mempererat lingkaran yang ku buat dengan tanganku di lehermu. "Saat kau di sisiku,kembali dunia ceria. Tegaskan bahwa kamu,anugrah terindah yang pernah ku miliki" suara serak sengau khas Duta dan lirik yang entah dengan tepatnya mengubah perasaanku menjadi kata kata. Beberapa detik kamu masih memejamkan kedua matamu,tanpa sepatah kata tanpa tatapan yang saling bertemu. Aku mengerti kamu mengerti,bahwa hati kita yang sedang berkata kata yang hanya kamu dan aku dapat mengerti. Lalu kamu melonggarkan dekapanmu,dan mendaratkan kecupan manis pada pelipisku.
Jumat,20 februari 2015
Berulang kali aku mengecek ponselku,ku ketuk ketuk kan jariku di atas layar ponsel yang daritadi hanya diam,tanpa suara tanpa getaran tanda pesan masuk. "Ini kan hari kita,kamu kemana" bisikku gusar dalam hati. Ah,aku sedang berada dalam puncak rindu rindunya ditambah hari ini tanggal milik kita,dan kamu menghilang.. benar benar menguji kesabaran. Aku harus mengaku kalah pada rindu,akan kedatangannya yang tiba tiba namun merasuk cepat dalam hatiku. Yang dengan jentikkan jarinya lalu seketika sesak memenuhi dada dan mataku mulai meraba-raba mencoba mencari sosokmu yang aku tahu tidak akan muncul di hadapanku,lalu telingaku menajam setiap terdengar deru sepeda motor yang hampir sama dengan milikmu memecah keheningan siang hari itu namun aku menyadari itu hanya ilusi yang ditimbulkan otakku atau aku yang berharap kamu tiba tiba muncul dengan senyum hangat milikmu?
Drrt drrt.... ponselku bergetar,segera aku sambar ponselku untuk melihat apa yang menyebabkan nya mengeluarkan notifikasi pesan. Yay! Pekikan kecil keluar dari bibirku tanpa ku sadari. "Aku mau ke rumahmu,tunggu ya". Kamu tahu,aku tidak pernah benar-benar kesal saat kamu kadang sibuk dengan kepentinganmu. Hanya saja rindu ini terkadang terlalu menggebu-gebu,entah sihir apa yang sudah kamu rapalkan untuk hatiku.
Dan akhirnya aku bisa merengkuhmu tanpa jarak lagi dalam pelukanku. Dan akhirnya aku bisa menikmati senyuman dan tatapan teduhmu yang tak pernah gagal mempercepat detak jantungku.
"Bae,aku seneng bisa sama kamu. Bisa jadi sesuatu yang kamu anggap spesial" lalu rasa hangat memenuhi dadaku. "Iyalah,kan kamu pake telur hahaha" balas mu, seperti biasa ketika aku atau kamu memberikan masing-masing susunan kalimat puitis yang di rancang semanis mungkin,maka gurauan lah balasannya. Tidak,aku tidak tersinggung atau merasa tidak dihargai. Memang seperti itu cara kerja hubungan kita,aku dan kamu. Tidak biasa,meletup-letup. Baik ketika bunga bunga ada di dalam hati atau ketika api membakar semuanya. Tapi aku menyukainya,sungguh aku menyukai "sistem kerja" hubungan kita.
Tadi siang,kamu menatap layar laptopmu dengan serius. Sesekali umpatan umpatan kecil kamu teriakan beserta ekspresi seperti kamu yang berada di pertempuran dengan sniper dan shotgun. Aku sedang tidak tertarik,kamu tahu aku juga menyukai permainan permainan yang membuat siapa saja yang bermain permainan itu tenggelam di dalamnya. Jadi aku membuka layar laptopku lalu aku memainkan lagu balada cinta dengan lirik mahal dan suara khas penyanyinya. "Bae..." kamu sudah mem-pause permainanmu,dengan wajah manja dan lengan terbuka kamu memanggilku agar mendekat. Dan aku jatuhkan daguku di atas pundakmu,aku bisa rasakan detak jantungmu dari balik susunan tulang di rongga dadamu,juga tangan kokohmu yang membuatku merasa kecil dalam dekapanmu. Aku mempererat lingkaran yang ku buat dengan tanganku di lehermu. "Saat kau di sisiku,kembali dunia ceria. Tegaskan bahwa kamu,anugrah terindah yang pernah ku miliki" suara serak sengau khas Duta dan lirik yang entah dengan tepatnya mengubah perasaanku menjadi kata kata. Beberapa detik kamu masih memejamkan kedua matamu,tanpa sepatah kata tanpa tatapan yang saling bertemu. Aku mengerti kamu mengerti,bahwa hati kita yang sedang berkata kata yang hanya kamu dan aku dapat mengerti. Lalu kamu melonggarkan dekapanmu,dan mendaratkan kecupan manis pada pelipisku.
Jumat,20 februari 2015
Berulang kali aku mengecek ponselku,ku ketuk ketuk kan jariku di atas layar ponsel yang daritadi hanya diam,tanpa suara tanpa getaran tanda pesan masuk. "Ini kan hari kita,kamu kemana" bisikku gusar dalam hati. Ah,aku sedang berada dalam puncak rindu rindunya ditambah hari ini tanggal milik kita,dan kamu menghilang.. benar benar menguji kesabaran. Aku harus mengaku kalah pada rindu,akan kedatangannya yang tiba tiba namun merasuk cepat dalam hatiku. Yang dengan jentikkan jarinya lalu seketika sesak memenuhi dada dan mataku mulai meraba-raba mencoba mencari sosokmu yang aku tahu tidak akan muncul di hadapanku,lalu telingaku menajam setiap terdengar deru sepeda motor yang hampir sama dengan milikmu memecah keheningan siang hari itu namun aku menyadari itu hanya ilusi yang ditimbulkan otakku atau aku yang berharap kamu tiba tiba muncul dengan senyum hangat milikmu?
Drrt drrt.... ponselku bergetar,segera aku sambar ponselku untuk melihat apa yang menyebabkan nya mengeluarkan notifikasi pesan. Yay! Pekikan kecil keluar dari bibirku tanpa ku sadari. "Aku mau ke rumahmu,tunggu ya". Kamu tahu,aku tidak pernah benar-benar kesal saat kamu kadang sibuk dengan kepentinganmu. Hanya saja rindu ini terkadang terlalu menggebu-gebu,entah sihir apa yang sudah kamu rapalkan untuk hatiku.
Dan akhirnya aku bisa merengkuhmu tanpa jarak lagi dalam pelukanku. Dan akhirnya aku bisa menikmati senyuman dan tatapan teduhmu yang tak pernah gagal mempercepat detak jantungku.