Iya, masih terasa perih. Luka ini masih terhitung baru. Aku tidak tahu mengapa atau apa yang mengakibatkan ini semua. Tidak bisa menemukan alasan.
Yang aku tahu, semenjak kejadian malam hari itu, aku masih mencari cari senyum bahagiaku yang dulu pernah terbentuk di bibirku. Kosong, hampa, hilang. Ada sesuatu yang tak pernah kembali semenjak malam itu, mungkin senyumku masih sama. mungkin tawaku masih se ceria hari hari sebelum malam itu. Mungkin begini yang orang katakan dengan kecewa terlalu dalam. Aku bahkan tidak tahu kenapa aku masih terdiam setiap kejadian itu terulang jelas dalam kepalaku.
Mungkin aku meragu, entah meragu yang bagaimana.
Aku tidak seyakin dulu, aku tidak menemukan apa yang dulu aku temukan dalam tatapan teduhmu yang membuatku jatuh cinta. Aku tidak lagi menatapmu dengan cara yang sama, mungkin tidak benar benar tersirat, dan aku tau kau tidak akan menyadarinya.
Aku bodoh, sudah memberikan seluruh kepercayaan ku kepadamu, tetapi aku tidak pernah menyesali seluruh cinta ku yang hanya untukmu, karena memang cintaku hanya untukmu.
Salahku. Salahku yang mengartikan semua ini sebagai sesuatu yg nyata. Salahku yang terlalu dalam terjatuh dalam tatapan teduhmu, salahku yang terlalu merasa pelukanmu hanya untukku.
Aku tidak tahu kalau kalau sakit karena jatuh cinta bisa menimbulkan efek yang sebesar ini. Tepatnya, aku tidak tahu seberapa dalam aku mencintaimu sampai kamu menyadarkan ku dari mimpi negri dongeng yang ku susun dalam otakku setiap malam sebelum tidur dengan senyum dan rasa hangat menemani di dalam dada. Aku terjatuh terlalu dalam, kelewat dalam kalau hanya untuk di hempaskan keras oleh kenyataan.
aku tahu yang kamu pikirkan sekarang.. "Katamu kamu sudah memaafkanku", aku sudah memaafkanmu. Tapi luka yang kau timbulkan tidak kunjung memudar. Masih timbulkan kegaduhan dalam jiwaku, masih memporak porandakan pikiranku dan menjatuhkan setiap tembok yang aku bangun untuk melindungi hatiku sendiri.
Kali ini, aku tidak akan memberikan halaman ini kepadamu untuk kamu baca. Hanya, kalau nanti aku tidak bisa bertahan, maafkan aku. Bukan aku tidak sanggup, bukan aku tidak mau bertahan. Hanya ada beberapa hal yang lebih baik di lepaskan. Seperti katamu, kamu tidak yakin. Aku juga tidak akan berharap terlalu dalam untuk harapan yang kamu beri padaku, karena kamu sendiri masih tidak yakin akan harapan itu sendiri. Semoga kamu bisa menemukan jawabannya dalam tulisanku.
Beberapa baris lirik lagu ini bisa mewakilkan :)
Tak Kusesali cintaku untukmu
Meskipun dirimu, tak nyata untukku
Sejak pertama kau mengisi hari - hariku
Aku telah meragu mengapa harus dirimu
Aku takkan bertahan
Bila tak teryakinkan
Sesungguhnya cintaku
Memang hanya untukmu
Sungguh ku tak Menahan, bila jalan suratan
Menuliskan dirimu memang bukan untukku,
Selamanya.
Kadang aku lelah menantimu, pastikan cinta untukku
Yang aku tahu, semenjak kejadian malam hari itu, aku masih mencari cari senyum bahagiaku yang dulu pernah terbentuk di bibirku. Kosong, hampa, hilang. Ada sesuatu yang tak pernah kembali semenjak malam itu, mungkin senyumku masih sama. mungkin tawaku masih se ceria hari hari sebelum malam itu. Mungkin begini yang orang katakan dengan kecewa terlalu dalam. Aku bahkan tidak tahu kenapa aku masih terdiam setiap kejadian itu terulang jelas dalam kepalaku.
Mungkin aku meragu, entah meragu yang bagaimana.
Aku tidak seyakin dulu, aku tidak menemukan apa yang dulu aku temukan dalam tatapan teduhmu yang membuatku jatuh cinta. Aku tidak lagi menatapmu dengan cara yang sama, mungkin tidak benar benar tersirat, dan aku tau kau tidak akan menyadarinya.
Aku bodoh, sudah memberikan seluruh kepercayaan ku kepadamu, tetapi aku tidak pernah menyesali seluruh cinta ku yang hanya untukmu, karena memang cintaku hanya untukmu.
Salahku. Salahku yang mengartikan semua ini sebagai sesuatu yg nyata. Salahku yang terlalu dalam terjatuh dalam tatapan teduhmu, salahku yang terlalu merasa pelukanmu hanya untukku.
Aku tidak tahu kalau kalau sakit karena jatuh cinta bisa menimbulkan efek yang sebesar ini. Tepatnya, aku tidak tahu seberapa dalam aku mencintaimu sampai kamu menyadarkan ku dari mimpi negri dongeng yang ku susun dalam otakku setiap malam sebelum tidur dengan senyum dan rasa hangat menemani di dalam dada. Aku terjatuh terlalu dalam, kelewat dalam kalau hanya untuk di hempaskan keras oleh kenyataan.
aku tahu yang kamu pikirkan sekarang.. "Katamu kamu sudah memaafkanku", aku sudah memaafkanmu. Tapi luka yang kau timbulkan tidak kunjung memudar. Masih timbulkan kegaduhan dalam jiwaku, masih memporak porandakan pikiranku dan menjatuhkan setiap tembok yang aku bangun untuk melindungi hatiku sendiri.
Kali ini, aku tidak akan memberikan halaman ini kepadamu untuk kamu baca. Hanya, kalau nanti aku tidak bisa bertahan, maafkan aku. Bukan aku tidak sanggup, bukan aku tidak mau bertahan. Hanya ada beberapa hal yang lebih baik di lepaskan. Seperti katamu, kamu tidak yakin. Aku juga tidak akan berharap terlalu dalam untuk harapan yang kamu beri padaku, karena kamu sendiri masih tidak yakin akan harapan itu sendiri. Semoga kamu bisa menemukan jawabannya dalam tulisanku.
Beberapa baris lirik lagu ini bisa mewakilkan :)
Tak Kusesali cintaku untukmu
Meskipun dirimu, tak nyata untukku
Sejak pertama kau mengisi hari - hariku
Aku telah meragu mengapa harus dirimu
Aku takkan bertahan
Bila tak teryakinkan
Sesungguhnya cintaku
Memang hanya untukmu
Sungguh ku tak Menahan, bila jalan suratan
Menuliskan dirimu memang bukan untukku,
Selamanya.
Kadang aku lelah menantimu, pastikan cinta untukku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar