Selasa, 20 September 2016

Cara kerja cinta yang baru

Aku selalu punya pandangan tersendiri tentang cinta dan memiliki. Berubah seiring dengan bertambahnya usia ku dan tentu saja, pengalaman ku.
Dulu, aku selalu berpikir kalau cinta berarti kamu harus bersama nya, sampai mati. Seperti papa mama, kakek nenek, om tante.
Maka itu merupakan kebahagiaan mutlak dan hak semua orang, hak semua orang yang memiliki cinta  untuk bersama dengan orang yang ia cintai. Tidak salah dengan pandangan itu. Tapi aku belajar banyak hal tentang cinta.
Bahwa tidak selamanya cinta berarti memiliki. Mungkin aku dulu berpikir se antagonis bahwa cinta dan memiliki ada di dalam satu keterkaitan yang kuat. Tapi sekarang, cinta tidak berteman akrab dengan memiliki. Tetapi dengan kebahagiaan.
Ya. Kamu cinta dia, kamu ingin dia bahagia. Atau lebih tepat nya, aku cinta kamu, aku ingin kamu bahagia.
Bagaimana cara nya? Tentu saja aku akan mengusahakan segala cara, halal tidak halal, tergores ataupun sampai merangkak dengan lutut penuh darah, aku akan lakukan. Asalkan, dia, yg aku cinta, bahagia.
"Perkataan mu bohong". Pasti kalimat itu yang muncul di dalam otak kalian yang membaca tulisan ku. Coba kalian renungkan, kalian mencintai sesosok ciptaan Tuhan lain, apakah kalian tidak ingin melihat dia bahagia? Tentu saja kalian menginginkan nya. Normal nya, cara kerja cinta akan seperti itu.
Tapi,ketika kenyataan membenturkan diri nya, keras. Dan kalian sadar, kalau menahan dia disini tidak akan membuat dia bahagia. Tubuh nya memang disini, tapi hati nya? Apakah masih kalian miliki? Akankah kalian tetap mengeraskan hati untuk tetap membahagiakan nya dengan cara yang.... Egois. Iya cara egois. Kalian yang bahagia, pasangan mu tidak.
Berbeda dengan, kalian masih saling ingin membahagiakan. Maka ku ucapkan, selamat bekerja kawan :) kebahagiaan itu akan datang kepada siapa saja yang membukakan pintu.
Kepada siapa saja yang membukakan pintu.
Oia, 1 hal. Kebahagiaan datang sepaket dengan kekecewaan. Tidak akan pernah ada kebahagiaan tanpa hadirnya si kekecewaan. Ya memang tidak adil, kenapa harus ada kecewa dulu baru ada bahagia. Tapi itu hukum dunia. Bagaimana dunia bergerak. Semua butuh keseimbangan. Pergi dan datang, bahagia dan kecewa, pagi dan malam, hidup dan mati,  aku dan kamu. Ya, ya baiklah. Aku dan kamu buat ku juga sebuah keseimbangan yang ada di dunia ini :p aku ingin membahagiakan mu, kamu ingin aku bahagiakan :) sudah setuju dengan pernyataan ku?

Aku ingin kamu bahagia, lebih baik dengan ku tentu saja, aku masih bisa membahagiakan mu. Tapi, kalau nanti ternyata Tuhan sudah memisahkan jalan kita, kalau ternyata waktu kita sudah habis. Aku ingin, ketika kamu mengingat kebahagiaan maka kamu mengingat ku.
Tapi, sayang. Tidak, aku tidak meninggalkan mu, aku disini, 'kan semua ini permintaan ku, untuk aku ada disini bersama mu.
Aku akan tetap bekerja untuk kebahagiaan mu. Aaaah klise nya kalimat ini, tapi keadaan sejujurnya seperti itu. Kamu bahagia, percayalah, aku pun bahagia juga. Tentu saja aku ingin kamu bahagia bersamaku. Aku akan mengerjakan nya sekuat tenaga, bahkan kalau sudah terlalu lelah aku masih punya banyak cadangan tenaga untuk mu. Yang perlu kamu mengerti disini adalah, aku tidak ingin menahan kebahagiaan mu sayang. Bagaimana aku menyampaikan nya, ya? Pasti kamu mengira aku ingin menyerah. Tidak, tidak sama sekali justru aku semangat untuk membuatmu bahagia. Hanya ada perubahan di dalam diriku, sperti aku tidak lagi menaruh kepentingan ku di dalam proses membahagiakan mu itu. Karna dengan kamu bahagia, percaya lah, aku juga menemukan bahagiaku, bersama mu. Aku menyayangi mu, senja :) 

Senin, 19 September 2016

Fix you

Halo senja, sudah lama kita tidak bermain ke dalam kotak kecil ku ini.
Terakhir kali, rupanya masih berusaha menyesuaikan diri. Kita telah tumbuh bersama dengan sangat baik :)
Kamu, bukan lagi pria 18 tahun yang mengajak ku kenalan di kampus dulu. Aku juga bukan perempuan 18 tahun yang sangat suka berbicara. Walaupun masih sama suka berbicara nya sekarang. Tapi, kamu sudah jauh lebih dewasa daripada dulu pertama kita bertemu. Aku bangga melihatmu yang sekarang sayang :)

Tepat 2 tahun yang lalu, kamu menyatakan cintamu lalu memintaku menjadi pacar mu. Di kolam renang, senja sore hari. 17.30 sore. Aku masih ingat :) cara mu menarik ku, agar aku menoleh padamu. Lalu kamu tanyakan langsung kepada ku. "mau jadi pacar ku gak?" ah tentu saja aku tidak bisa menolak. Aku sudah terlanjur jatuh cinta padamu. Bahkan senang dan degupan jantung ku saja masih ku ingat.
Semenjak senja itu, kita berjalan. Terseok, merangkak, belajar berdiri hingga dapat berlari. Kita tumbuh bersama, sayang.
Beberapa kali kita terjatuh, dan entah kita selalu menemukan jalan kembali kepada masing-masing. Aku juga tidak lupa malam kita bertengkar hebat itu, menangis berdua hingga dini hari di dalam mobil.
Atau,malam-malam manis milik kita berdua? Kamu masih ingat tidak? Masih terlalu segar di ingatanku semua tentang kamu :)
Juga saat aku atau kamu kelelahan karena dunia seperti tidak memberikan ampun, dan bagaimana peluk mu mengembalikan kenyamanan itu. Seperti, aku kembali ke rumah ku. Aku kembali pulang.

Tidak ada satu malam pun, aku lewati dengan penyesalan karna sudah mengenal kamu. Lewat kamu, aku belajar banyak hal. Belajar dewasa, belajar mengerti kalau tidak semua orang bisa di lakukan dengan cara yg sama, belajar memaafkan, belajar mendengarkan, belajar mendampingi.

Sampai suatu malam, aku terjatuh. Membuatmu terluka. Parah. Kamu berdarah.
Tuhan, jeritku dalam hati. Aku melakukan apa? Kenapa aku membiarkan orang yang aku sayang, malah aku lukai?
Melihatmu terluka, karena aku, bukan hal yang menyenangkan. Aku juga merasakan sakit nya, seperti yang sudah ku katakan. Kita tumbuh bersama, terlalu klise kalau aku mengatakan aku tidak merasakan sakit. Aku juga sakit karena menyakitimu.
Maka menyakitimu adalah tindakan yang sangat bodoh, pedang bermata dua.
Kalau ada kata yang berarti lebih dari maaf, kata itu yang akan gunakan. Sampai saat ini, aku cuma bisa mengatakan, aku mohon ampun. Aku menyesali perbuatan ku, semua nya.
Maaf dan sesal? Apa itu cukup? Tidak, aku tau itu tidak akan cukup dan tidak menyembuhkan apapun. Maka dari itu, aku mencoba menyembuhkan mu. Hari ini, saat ini, kita dalam masalah ini. Aku ingin kamu jangan menyerah. Mgkin terdengar egois, tapi percayalah, kalau aku berjuang menyembuhkan mu tanpa izin mu, penyembuhan apa yang dapat aku lakukan sayang?

Waktu, aku butuh waktu untuk semua pembuktian yang mungkin sekarang tidak lebih dari kata kata sampah dari seorang penipu bagimu. Tahukah kamu? Seorang penjahat pun bisa berubah jika memang ia sudah menyadari kesalahan nya.
Aku tidak berharap tiba-tiba kau datang dengan luka yang sudah sembuh. Tidak, justru aku yg akan mengeringkan luka mu. Aku yang akan ada disana merawat luka mu, luka karena aku.
Maafkan aku, masalah ini terjadi di kisah kita. Maafkan aku, tinbulkan luka yang luarbiasa.
Aku akan terus mencoba, bagaimana pun cara nya. Asal kita bisa melewati ini bersama seperti sebelum nya, akan aku lakukan.
Kesalahan itu, bukan tentang ketidakcukupan aku ttg dirimu, bukan juga tentang pencarian lebih baik. Murni, semua ini kesalahanku.
Aku harap kita bisa berjuang bersama, lagi. Aku berjuang untuk mengembalikan keadaan seperti semula, dan kamu berjuang membiarkan hati mu aku sembuhkan.

Biarkan aku kembalikan sinarmu lagi, senja.

20 yang ke 24 kali nya. Terimakasih sudah sepanjang ini bersama ku, setiap detik setiap tawa setiap airmata setiap amarah setiap pelukan yang menenangkan ku. Terima kasih buat kasih sayang mu, sayang. Percaya padaku, kita bisa melewati ini, alive.
Can I say "happy 2nd anniversary"? 

Sabtu, 23 Januari 2016

Balada cinta : Matahari dan Bulan

Kamu dan duniamu. Aku benci itu. Semua nya terasa terlalu padat, bahkan setitik celah untuk membiarkan cahaya ku masuk pun ku tak dapat. Semua nya penuh, penuh dengan tentang dari dunia mu sendiri. Penuh dengan pemikiran pemikiran kritis mu, dengan imajinasi mu yang sangat bebas, dan... Ah aku tak tahu apa lagi yang memenuhi dunia mu itu.
Yang pasti, dunia itu tak bisa ku sentuh.

Bersamaan dengan kesibukan mu dengan dunia padat kecil mu itu, aku semakin tenggelam dalam dunia ku. Tidak. Dunia ku tidak kosong sama sekali, hanya saja, rasa nya dunia ku menjadi lebih gelap. Dunia ku terasa hanya sebagai ruangan hampa yang tidak terdapat banyak isi. Aku baru menyadari, dunia ku ini banyak berubah semenjak kedatangan mu kedalam nya. Aku mungkin menyimpan banyak luka kehidupan dalam dunia ku, dan itu adalah alasan dunia ku menjadi gelap. Gelap. Pun aku sudah mencoba memberikan sesuatu yang berbeda di dunia ku. Itu membantu, sangat membantu, tapi tidak merubah banyak di dunia ku.

Selama ini dunia ku seperti bulan, aku baik baik saja dengan duniaku, dunia ku yang dingin dan seorang diri. Lalu kamu datang, sama seperti cahaya matahari. Mengrefleksikan sorotan cahaya yang sangat banyak berada dalam genggaman mu.
Memberikan ku kesempatan, untuk bersinar. Walaupun cahaya yang ku dapat kan adalah cahaya yang aku biaskan dari cahaya hangat hanya milikmu.
 Aku memang baik baik saja dengan dunia ku, hey, aku sudah terbiasa dengan dunia ku, tapi dengan mu, segala nya terasa lebih baik. Segala nya terasa lebih hangat, segala nya terasa lebih.... Berwarna :)

Jadi, aku memang bulan, aku tidak punya cahaya ku sendiri. Aku dingin aku kosong,aku hanya salah satu benda yang berada di orbit mu. Tapi menjadi satu satu nya yang kau percaya kan dengan cahaya mu, aku sangat bersyukur. Dan kamu, matahari. Benda langit terbesar, pusat poros perputaran semua orbit di galaksi Bima sakti ini. Tapi kamu butuh aku, setidaknya untuk membuat malam mu menjadi lebih hangat, setidaknya untuk menjadi teman mu di setiap malam. Dan mengajakmu melihat kalau malam tidak terlalu buruk untuk matahari. Malam masih bisa menyenangkan untuk matahari. Ya tentu saja, dengan kehadiran bulan di sisi nya.

Lihat?segala nya terasa lebih baik bukan?