249 malam, 5.976 jam,358.560 menit, 21.513.600 detik dan hitungan nya masih terus berlanjut....
aku sampai pada suatu masa, dimana aku sudah cukup tinggi dari bumi, tapi masih jauh untuk menggapai langit. Aku ada di sana bersama mu.
Hai senja, sudah lama aku tidak menulis pikiran pikiran tentang mu di kotak kecil ku ini. Tapi itu tidak berarti kamu berhenti memberikan sesuatu yang hebat di setiap hari hari kebersamaan kita. Hanya saja aku lebih sering kehilangan kata-kata atas segala yang kau timbulkan, sehingga sulit mengubah nya menjadi susunan kalimat yang akan aku simpan di kotak kecil milik ku.
aku sampai pada suatu masa, dimana aku sudah cukup tinggi dari bumi, tapi masih jauh untuk menggapai langit. Aku ada di sana bersama mu.
Hai senja, sudah lama aku tidak menulis pikiran pikiran tentang mu di kotak kecil ku ini. Tapi itu tidak berarti kamu berhenti memberikan sesuatu yang hebat di setiap hari hari kebersamaan kita. Hanya saja aku lebih sering kehilangan kata-kata atas segala yang kau timbulkan, sehingga sulit mengubah nya menjadi susunan kalimat yang akan aku simpan di kotak kecil milik ku.
Sudah 249 malam aku bersamamu, menikmati kehadiran mu, mendapat ucapan selamat malam yang singkat namun manis. Cukup untuk mengembangkan senyum ku sebelum aku terlelap. 249 malam dalam senyuman dan juga dalam amarah, 249 malam yang aku lewati dengan cinta ataupun airmata. Jika cinta mu bukan cinta yang memberikan segalanya untuk cinta mu itu, jika cinta mu bukan cinta yang meletakkan hidup kita masing-masing untuk selanjutnya di jalani bukan tentang aku atau kamu tapi kita, maka itu bukan cinta yang patut untuk kamu perjuangkan sepanjang ini.
Aku mencintai mu senja seperti seorang anak perempuan mencintai boneka nya, seperti daun yang jatuh cinta pada angin walaupun harus terlepas dari tangkai nya hanya untuk menikmati kebersamaan dengan angin, seperti seorang astronot yang jatuh cinta pada sebuah bintang, semua orang bisa melihat bintang nya namun hanya ia dan bintang nya yang tahu dimana keistimewaan telah tercipta.
Aku jatuh cinta padamu senja, aku mencintai setiap detik nya bersamamu.
“Cukup, tidak perlu semua orang tahu yang penting kita bisa merasakannya” jawabmu singkat malam itu, ketika aku mulai merengek seperti anak kecil dalam dekapan mu ingin memperlihat kan kepada dunia bahwa langit malam ini sudah menemukan senja yang selama ini menjadi imajinasi nya sejak dulu. Lalu dengan lembut kamu mendaratkan kecupan manis di kening ku, seperti bagaimana aku menyukai nya.
Kamu tahu, bagaimana mengendalikan perempuan keras kepala ini, kamu bisa menemukan celah terkecil ku, kamu tahu bagaimana membuat ku yakin bagaimana membuat ku tersenyum. Sesuatu yang tidak banyak orang yang bisa melakukan nya.
Dan kamu tahu bagaimana membuat ku tertunduk, lalu mendongak dengan senyum dan airmata di pelupuk mataku.
Aku hanya seorang penyair, aku hanya mampu menuliskan pikiran ku dalam kata-kata di kotak kecilku. Kamu akan memandangku sebagai suatu langit dalam yang tenggelam dalam diam, percayalah kamu adalah seluruh bagian dari langit malam ku, seluruh tata surya ku. Dan dengan kata –kata ku aku mencintaimu, dan dengan syair ku kamu akan menemukan yang tidak bisa kamu temukan dalam pertemuan mata kita atau genggaman hangat tangan kita.
Aku akan terus menyairkan syair untuk mu senja ku, otak ku akan selalu menyusun kata kata untukmu dalam malam hangat kita ataupun malam dingin kita aku tidak peduli, aku tidak punya arah untuk kembali, dan aku lebih tidak peduli aku mau berada di langit bersama senjaku 1000 malam lagi.